Jumat, 30 Juli 2021

Review Film "Ghibah"

 


Takut gak, jijik iya.

Film ini terasa banget usahanya untuk memukau. Efek CGI-nya mantul. Namun, saya pribadi gagal menikmatinya. Entah yang mana konflik utamanya. Rasanya kek tumpukan adegan yang dipaksa sambung menyambung biar mencukupi durasi untuk satu film. Unsur ghibahnya sendiri gak jelas. Penyampaiannya kurang "cantik". Komedinya juga nanggung, malah kadang terasa salah tempat. Padahal premisnya sangat relate dengan kehidupan zaman now. Judulnya juga lumayan memancing. Tadinya saya pikir bakal mendapatkan pengalaman nonton yang segar, tahu-tahunya gak jauh beda sama FTV hidayah. Btw, adegan kutbah-nya pas Idul Adha kek ada yang aneh. Nonton, deh, pasti langsung ngeh. 😁

Senin, 05 Juli 2021

Review Singkat Film "Devil on Top"

 


Saya gak mau bilang film ini buruk, karena untuk pertama kalinya Angga beradegan ciuman. Jadi, ya, patut dihargailah. Hehehe ....

Namun ... aduh, gimana, ya? Kalau bukan buruk, entah apa nama lainnya.

Angga dipasangkan dengan Cinta menurut saya gak banget. Chemistry-nya gak dapet. Entah karena image Cinta yang ketuaan, atau kita yang telanjur terbiasa lihat Angga tampil sebagai anak SMA.

Film ini kayak kita lagi ulangan, masih banyak soal belum terjawab, terus pengawas teriak, "Waktunya habis. Selesai tidak selesai kumpul!" Jadi, hasilnya begitulah. Landasan konfliknya terkesan diada-adain, arahnya mudah ditebak, khas FTV. Dan lagi, penyelesaiannya kek jalan pintas banget.

Intinya, film ini hambar banget. Habis nonton ya udah, lewat gitu aja. Sama sekali gak ada kesan yang membekas. Mungkin lebih baik kalau dibikin full komedi sekalian.

Kamis, 24 Juni 2021

Review Singkat Film "Luca"



Premisnya bagus banget buat mendidik anak-anak. Menilik rumah produksinya, secara visual gak perlu diragukan lagi. Namun ... apa ya? Semacam ada kekosongan, semacam plotnya kurang matang dan ada yang dipanjang-panjangin untuk menuhin durasi. Untuk saya pribadi, Luca ini belum berhasil mengikat penonton agar tidak ke mana-mana sebelum film berakhir.

Review Singkat Film "Ali dan Ratu Ratu Queens"



Ada banyak cinta di dunia ini, gak harus dari keluarga. Mungkin seperti itulah yang ingin disampaikan film ini. Dapet banget, sih. Namun secara plot, agak jauh dari ekspektasi. Begitu tahu ini tentang seorang anak nyari ibunya, saya pikir bakal mengharu biru, atau minimal berliku-liku. Ternyata ... hambar. Nonton sendiri aja, deh. Takut spoiler. 😁

Keberadaan geng Ratu Ratu Queens-lah yang menyelamatkan film ini. Kedekatan mereka natural banget. Lucunya pecah banget. Btw di film ini saya kepincut sama Aurora. Cantik beud. Sayang, tampilnya dikit.

Review Singkat Film "Space Sweepers"

 


Satu-satunya alasan mau nonton film ini karena saya suka film bertema luar angkasa. Film scifi semacam ini tentu saja akan dibanjiri akrobatik CGI yang biasanya memukau. Namun, entah kenapa untuk film ini saya kurang suka visualnya. Alasan tokoh utamanya untuk tetap bertahan dan terus berjuang juga jadi alasan saya bertahan nonton sampai akhir. Itu sesuatu yang lumayan menggugah. Selebihnya B aja. Malah, saya sempat ngantuk di tengah-tengah.

Review Singkat Film "Alive"

 


Menurut saya ini jenis film zombie medium stadium. Tegangnya B aja. Memang ada beberapa scene yang lumayan sadis, tapi itu belum cukup membuat film ini "wah" secara keseluruhan.

Review Singkat Film "Layla Majnun"

 


Dramatis banget. Namun, cukup logis, kok. Mungkin bakal lebih "wow" kalau Samir diperankan aktor asli Azerbaijan. Namun, Reza juga tidak buruk. Dialog-dialognya dalem, rada puitis, pokoknya ngena banget.
Cinta antara Layla dan Samir tumbuh secara alami. Tahapannya disampaikan secara meyakinkan.
Beberapa scene berhasil mengeksplor keindahan Azerbaijan. Memanjakan mata banget. Katanya, film ini adalah proyek untuk mempererat hubungan Indonesia dan Azerbaijan. Menurut saya poin itu lumayan berhasil. Wajah kedua negara ditampilkan dengan porsi yang seimbang.