Minggu, 09 Desember 2018

Review Novel: Alam Raya


Judul           : Alam Raya
Penulis        : rkyawan
Penerbit      : AT Press
Editor           : Ariny NH.
Layout         : Kesatria
Cover           : Kesatria
Cetakan       : Pertama, Juni 2018
Tebal            : 98 hlm
ISBN             : 978-602-52097-9-6

Blurb:
Kisah bermula saat suatu malam di Tanjung Garam, jatuh benda bercahaya yang menyilaukan. Benda asing yang diduga meteor itu jatuh di sisi timur, merangsek di antara rimbunnya hutan bakau.

Alam Raya, bocah laki-laki yang baru saja pulang dari surau ikut kaget dengan datangnya Kilauan cahaya itu. Bersama warga lain, ia ikut berlari ke arah jatuhnya benda asing tersebut. Tak ada yang tidak penasaran atas kejadian ini. Ibu-ibu keluar dari rumah, para bapak berlari mengejar, anak-anak--umumnya laki-laki--ikut membuntut di belakang.

"Meteor-meteor!" Begitu orang berteriak-teriak, melolong bagai kesetanan.

Tentang Raya yang tidak bisa berenang. Tentang Bahri dan Ayuni yang begitu menyayangi anak lelakinya. Tentang Siraid yang selalu bercerita tentang kakeknya. Dan, tentang Djamal yang merindu Tuhan-nya.

***

Alur Cerita:
Suatu malam benda bercahaya jatuh di hutan bakau. Tanjung Garam geger. Semua orang ingin tahu benda apa itu, termasuk Raya. Meski diduga kuat meteor, rasa penasaran itu tidak akan sirna sebelum melihatnya langsung. Namun, setelah mereka mencari, bahkan sampai turun ke air, benda misterius itu tidak ditemukan.

Hari-hari berlalu. Benda misterius itu mulai dilupakan karena tak kunjung ditemukan. Namun tidak dengan Raya. Ia tetap mencari, hingga bertemu sesuatu.

"Semburat jingga menelusup masuk ke dalam rongga-rongga hutan bakau. Seseorang bertubuh kurus berjalan dipandu sepuluh ekor anjing di depannya. Wajahnya pucat pasi, serupa mayat yang telah lama dikubur dan kemudian bangkit."_(hal 21)

Pencarian Raya akan benda bercahaya itu berakhir setelah Djamal--penjaga hutan bakau--menemukannya dalam keadaan tidak sadar. Semua orang jadi bingung dan panik, terlebih Bahri dan Ayuni selaku orangtua Raya.

Dalam kondisi tidak sadar itu, Raya melakukan perjalanan. Perjalanan yang membingungkan sekaligus mengasyikkan. Sementara Djamal terus berusaha mengembalikan kesadarannya.

"Dan seketika itu juga dirinya luar biasa kaget. Wujudnya kali ini adalah seekor cecak yang merayap di bilik kamar seorang gadis."_(hal 47)

Bahri menyalahkan diri sendiri. Setelah petaka yang menimpa Raya, ia merasa gagal jadi orangtua. Rasa bersalah yang berlarut-larut membawanya bergabung dengan Bapak-bapak dan pemuda di balai desa yang tengah berunding untuk sebuah keputusan besar.

Sementara itu, Raya yang tadinya lumpuh, mulai menunjukkan kemajuan setelah beberapa kali Djamal memijatnya dengan nyala api yang melayang-layang.

"Jika kemarin tangan kanannya sudah bisa digerakkan, hari ini kemajuan yang sama ditunjukkan tangan kirinya. Bocah laki-laki itu sudah bisa menggenggam, meski tak kuat genggamannya."_(hal 67)

Berawal dari usul kepala desa, mereka memutuskan untuk membakar hutan bakau yang dianggap telah mencelakai Raya. Namun, tiba-tiba hujan turun sederas-derasnya.

Apa yang terjadi selanjutnya? Yuk, segera miliki buku keren ini untuk menikmati sajian kisah yang tak biasa. 😊
***

Review:
Jujur, saya bukan penikmat surealis. Makanya, saya agak heran bisa betah menikmati novel ini sampai akhir tanpa melompati selembar pun. Mungkin karena opening yang dijadikan penulis sebagai sandaran ternyaman untuk pembaca, lumayan berhasil. Sejak dikabarkan adanya cahaya yang jatuh di Tanjung Garam, saya langsung penasaran. Terlebih setelah alurnya dibikin muter-muter dan semakin banyak menjejakkan tanda tanya yang berpotensi bikin sesak bila tak ditunaikan.

Penulis menyajikan kisah Raya dengan narasi yang berbobot, rapi dan berkarakter. Terlihat sekali bahwa kemampuannya di atas rata-rata. Kalimat per kalimat dipenuhi percikan misteri, yang butuh fokus khusus agar bisa mendalami cerita dengan baik. Kendati demikian, novel ini jauh dari kesan membosankan. Secara tidak langsung penulis pandai menjanjikan sesuatu yang menarik di akhir.

Saya paling suka penggambaran setting-nya yang benar-benar berhasil tergambar jelas di benak. Tiap-tiap adegan terputar seperti film dalam kepala. Sampai-sampai saya merasa pernah melihat langsung suasana Tanjung Garam saat diterjang badai.

Yang perlu kehati-hatian, lompatan-lompatan adegannya cukup padat, beberapa bagian berpotensi membingungkan kalau kita tidak cermat. Terlebih kalau dibaca sambil lalu. Tapi dari sinilah banyak tikungan yang menghasilkan kepingan puzzle yang sungguh menarik untuk disatukan.

Salah satu nilai plus, novel ini minim typo. Nyaris tidak ada. Saya hanya terganggu dengan "ya, ya, ya" yang lumayan sering muncul. Mungkin ini ciri khas penulis, atau siasat agar cerita yang terbilang berat ini terkesan lebih santai. Saya juga kurang nyaman dengan kalimat "Masuk ke dalam" yang juga digunakan berkali-kali. Pasalnya, kalau sudah masuk, otomatis ke dalam. Jadi mungkin cukup "masuk" saja. Kecuali (mungkin) pada konteks tertentu.


Overall, bagi kamu pencinta surealis, wajib banget baca buku ini. Temanya terbilang sederhana, lalu dieksekusi sedemikian pelik. Ini memang bukan bacaan ringan, tapi setelah mencicipi bab-bab awal, dijamin kamu akan terbuai.

Minggu, 02 Desember 2018

Review Novel: Oranye


Judul          : Oranye

Penulis      : Ann Soe

Penerbit    : Pena Borneo

Editor         : Nani Sumarni

Layout        : Tim Pena Borneo

Cover          : Wahyudi

Cetakan      : Pertama, Desember 2017

Tebal           : 202 hlm

ISBN            : 978-602-50239-6-5

Blurb:
Brusssh!
Haidar melakukan dunk dengan sempurna, bertepatan dengan peluit tanda kuarter kedua berakhir. Rupanya, tak hanya memasukkan bola ke keranjang dengan tepat, Haidar juga berhasil masuk ke hati Aika.

Sebuah keterpaksaan menonton pertandingan basket membuat Aika jatuh cinta untuk pertama kalinya. Pemuda itu adalah Haidar, yang berhasil membuat Aika berusaha habis-habisan untuk pedekate, sampai harus memanfaatkan kakak sepupunya, Alfan. Tapi siapa sangka, sesuatu yang disangka Aika hanya cinta monyet pengisi masa SMA menjadi pembelajaran berharga untuknya.

Tak hanya menemukan cinta, Aika juga mendapatkan sahabat, menemukan kembali arti sebuah keluarga, dan yang paling utama ia mendapati bahwa masa remaja tak melulu mengenai cinta, tapi juga tentang menemukan impian dan waktu menyusun pondasi yang kuat untuk menghadapi masa depan.

Alur Cerita:
Aika tidak suka aktivitas outdoor, terlebih sampai harus berpanas-panasan dan berdesak-desakan hanya untuk menyaksikan pertandingan basket persahabatan antar dua sekolah. Tapi demi sepupunya, kali ini ia menurut.

Namun siapa sangka, di tengah permainan Aika terpikat pesona pemain nomor 19 dari SMA Nusa. Terlebih saat pemuda itu berhasil melakukan dunk yang sukses membawa timnya meraih kemenangan di detik-detik terakhir.

Melalui Risti, cewek berkacamata  yang kebetulan bersebelahan dengannya, Aika mulai mengorek informasi tentang si nomor 19 perlahan-lahan, yang ternyata bernama Haidar. Entah, Aika begitu yakin dengan perasaannya. Karena itu ia bertekad untuk memperjuangkannya.

"Rupanya, tak hanya memasukkan bola ke keranjang dengan tepat, Haidar juga berhasil masuk ke hati Aika lewat dunk-nya."_(hal 22)

Aika tidak main-main dengan perasaannya. Ia rela mendatangi sekolah Haidar hanya untuk menyaksikan pemuda itu latihan basket bersama timnya. Beruntung di sekolah itu juga ada Alfan, kakak sepupu Aika, yang kemudian sering dimanfaatkan oleh Aika.

Setelah berhasil berkenalan dengan Haidar, Aika mulai kepikiran untuk menyatakan perasaannya lebih dulu. Ia tetap bersikukuh saat Alfan melarangnya. Bahkan, ia mengajak kakak sepupunya itu taruhan.

"Nggak ada salahnya usaha, kan? Siapa tahu aku bakal jadi cewek pertama yang bisa naklukin si nomor 19."_(hal 78)

Aika berhasil memenangkan taruhan. Dengan kata lain ia jadian dengan Haidar. Hari-hari selanjutnya pun begitu manis, sangat membahagiakan bagi keduanya. Namun, ada satu masalah yang tidak disadari keduanya, yang membuat mereka terpaksa berhadapan dengan hal buruk. Baik Haidar maupun Aika, mereka kemudian dihadapkan dengan rasa bersalah, yang membuat hubungan mereka merenggang.

"Jantung Aika melewatkan satu degupan. Matanya menatap Haidar tak percaya. Mulutnya bahkan tak bisa melakukan apa pun selain ternganga. Ia sungguh tak menyangka Haidar akan melakukan ini padanya."_(hal 133)

Di tengah ketidaknyamanan itu, masalah besar menimpa keluarga Aika, yang membuat kehidupan mereka berubah drastis. Kini, Aika harus berjuang untuk menerima kenyataan, lalu memperbaikinya perlahan-lahan.

Apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana akhir kisah ini? Yuk segera miliki bukunya dan temukan sendiri jawabannya.

Review:
Asyik sekali membaca novel ini. Opening-nya keren, ditambah lagi sosok Aika yang supel, berhasil membawa kita memasuki dunia remaja yang penuh warna.

Temanya sangat sederhana, tapi penulis berhasil mengeksekusinya dengan baik. Bahasanya ringan, santai, dan meremaja banget.

Awalnya saya pikir pembahasannya hanya seputar cinta, ternyata cukup kompleks. Saya paling suka kisah persaudaraan dan persahabatan yang ikut dipaparkan di sini. Semua dikupas dari sisi berbeda yang menampakkan banyak pesan moral untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dialog antar tokohnya juga elegan, tidak bertele-tele. Pokoknya enak banget dibaca.

Saya juga suka bagian yang membahas pentingnya kekompakan sebuah tim dan bagaimana menjaganya agar tetap utuh. Yang lebih keren lagi ketika Haidar, Alfan dan teman-temannya menyadari, bagaimana sewajarnya laki-laki menerima kekalahan dan bertanggung jawab atas kesalahan yang telah dilakukan. Top banget!

Menurut saya novel ini cukup berhasil. Selain beberapa typo, saya tidak menemukan kekurangan lain. Porsinya pas.


Overall, novel ini cocok banget untuk kids zaman now, agar paham, bahwa masa remaja tak melulu soal cinta. Dan cinta yang sehat adalah cinta yang bisa saling mendukung ke arah yang lebih baik, bukan malah menjatuhkan.

Kamis, 29 November 2018

Review Novelet: Tangismu


Judul            : Tangismu

Penulis        : Iksan Mahar

Penerbit      : Jejak Publisher

Editor           : Yoga Permana Wijaya

Layout          : Tim Jejak CV

Cover            : Meditation Art

Cetakan        : Pertama, September 2017

Tebal             : 231 hlm

ISBN               : 978-602-5455-10-0

Blurb:
Pernah menangis karena kisah asmara? Semua insan pasti pernah merasakan masa-masa terpuruk itu. Dan, setiap insan memiliki cara yang berbeda untuk menyikapi setiap kesedihan yang hadir dari kekasih hati.

Patutkah kita terpuruk dalam kesedihan? Atau harus segera bangkit untuk melanjutkan kehidupan? Seluruh jawaban itu menjadi pilihan setiap insan. Menangis adalah hal terbaik untuk meluapkan kesedihan. Tetapi, bangkit dari keterpurukan sesungguhnya adalah jawaban pamungkas untuk tetap menjalankan roda kehidupan.

Tangismu berisi tiga novelet yang menyadarkan kita bahwa setiap musibah dan kesedihan selalu menyembunyikan hikmah yang tersirat. "Jangan larut dalam sedihmu itu, Sayang. Bangkit dan terus kejarlah mimpi-mimpimu ...."

Nukilan:
Buku ini terdiri dari 3 novelet yang sungguh menyayat.
Novelet pertama berjudul "Pesan tertinggal", berkisah tentang perjuangan Sandi menyelesaikan pendidikan masternya di UM Malaysia. Saat Sandi hampir meraih gelar masternya, seseorang dari masa lalu tiba-tiba kembali menyapa lewat email.

Indah, sahabat sekaligus teman duduk Sandi saat SMA. Mereka sangat akrab waktu itu, dan sebenarnya mereka memendam perasaan yang sama. Namun, Sandi punya alasan kuat hingga memilih menyimpan perasaannya untuk nanti, sampai ia merasa benar-benar siap.

Ketika Indah kembali menghubunginya, Sandi berjanji pada diri sendiri untuk tidak menyia-nyiakannya kali ini. Karena itu, setibanya di tanah air, Sandi langsung menemui Indah. Sayang, apa yang ditemuinya sungguh memilukan.

"Sandi sadar duka itu pasti akan sangat menyiksa batinnya. Bahkan hingga saat ini, Sandi belum mampu memecahkan segala teka-teki yang menghantui pikirannya selama ia di Kuala Lumpur. Teka-teki yang menyimpan rahasia akan keadaan Indah saat ini."_(hal 60)

Novelet kedua berjudul "Arrivederci, Amore!", mengisahkan persahabatan Dani dan Bunga yang juga tetanggaan. Dalam keseharian, Dani selalu ada untuk Bunga. Bahkan, Dani membantu Bunga untuk mendapatkan lelaki idamannya. Sayangnya, sampai bunga berhasil mendapatkan keinginannya, ia belum sadar bahwa sebenarnya tidak ada yang lebih ia butuhkan selain Dani.

Hingga suatu hari Bunga tersadar, setelah hubungannya bersama sang lelaki impian kandas. Namun, segala sesuatunya sudah berbeda. Ada yang tak bisa diperbaiki meski Bunga begitu ingin. Kendati demikian, Bunga tidak ingin menyesal sedikit pun.

"Terkadang apa yang tak pernah kita harapkan kehadirannya, malah itu yang kita raih. Semua itu telah menjadi suratan takdir yang telah ditentukan, dan tugas kita sebagai seorang hamba hanya menjalani dan mensyukuri apa yang telah kita dapatkan."_(hal 106)

Novelet ketiga berjudul "Pelerai Lara", bercerita tentang Andri yang depresi setelah ditinggal nikah oleh kekasihnya. Berbulan-bulan ia larut dalam kesedihan, hingga nyaris menghancurkan hidupnya. Hingga suatu hari, atas anjuran dokter, pihak keluarga sepakat untuk mengasingkan Andri ke Makassar, menjauh dari segala kenangan tentang Aristi. Di sanalah ia ketemu Gina, psikiater yang bertugas membantu kesembuhannya.

Di bawah penanganan Gina, perkembangan Andri cukup signifikan, hingga ia berhasil menemukan dirinya yang dulu. Sepanjang kebersamaan itu, keduanya pun menyadari perasaan istimewa yang tumbuh di antara mereka. Namun sebelum semuanya telanjur jauh, Gina memaparkan sebuah fakta tentang masa lalunya yang cukup membuat Andri terkejut.

"Kamu yakin bisa menerimaku dengan semua yang ada di diriku? Dengan apa yang telah terjadi dan apa-apa yang akan terjadi padaku?"_(hal 206)

Sumpah, saya benar-benar larut mengarungi kesedihan yang seolah tidak ada akhir dalam cerita ini. Kamu penasaran? Yuk segera dapatkan bukunya.

Review:
Dari judul dan nuansa kover, kita sudah bisa menebak akan seperti apa cerita dalam buku ini. Betul, kisah-kisah yang disajikan penuh air mata, juga sayatan pilu yang akan membekas di hati pembaca. Buku ini tidak disarankan untuk kamu yang tidak kuat dengan cerita sad ending. Takut nggak kuat. Hehehe ....

Saya suka diksinya, terkesan smart. Ketiga cerita yang disajikan memiliki kemiripan konsep, yang tentu saja punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dan jika boleh memilih, saya paling suka cerita ketiga.
Meskipun cerita-cerita ini dipenuhi air mata, penulis menyampaikannya jauh dari kesan cengeng. Di beberapa bagian kita disuguhi petuah yang cocok untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sayang, cara penulisan yang salah masih banyak saya temukan. Penggunaan kata juga kurang efisien, masih terdapat pengulangan tidak penting di beberapa bagian. Di salah satu cerita, opening-nya juga terlalu pasaran. Tapi saya suka narasinya, terlebih penggambaran setting-nya. Penulis juga piawai menghidupkan tokoh, hingga mereka terasa nyata.


Overall, buku ini cocok banget untuk kamu penyuka sad ending. Ingat, buku ini tidak hanya mengajak kita untuk bersedih, tapi juga mengandung banyak banget pesan moral. Setelah membaca buku ini, mungkin kamu bisa lebih memahami cara menghadapi setiap masalah yang datang.

Senin, 10 September 2018

Review Novel: My Real Boy


Resensi ini tayang di koran Singgalang edisi 9 September 2018

Judul buku           : My Real Boy

Penulis                  : Ansar Siri

Penerbit                 : Buku Pintar Indonesia (Bupindo)

Cetakan                 : I, Agustus 2018

Jumlah halaman   : x + 221 halaman

ISBN                         : 978-602-5849-21-3

Ansar Siri --penulis pendatang baru asal Makassar—hadir meramaikan kancah literasi nasional dengan menelurkan sebuah novel remaja berjudul My Real  Boy. Novel yang awalnya diposting di Wattpad ini akhirnya berhasil mencuri perhatian salah satu penerbit untuk diterbitkan secara mayor. Memang benar adanya naskah itu sudah punya jodohnya masing-masing, novel ini membuktikan. Tak perlu jutaan pembaca seperti naskah-naskah dunia orange lainnya untuk berhasil menembus penerbit, novel ini bahkan belum tayang 100% di wattpad.

My Real Boy bercerita tentang sosok Gilang Rendra, seorang pemuda yang mendadak menjadi idola baru kaum hawa --karena puisi-puisinya di akun wattpad diterbitkan oleh penerbit ternama-- termasuk oleh Alea, seorang gadis yang hobi membaca. Tapi tidak seperti gadis-gadis lain, ketertarikan Alea pada sosok Gilang bukan karena cowok tampan itu memiliki wajah mirip artis Korea, melainkan karena puisi-puisi romantisnya yang sanggup melelehkan hati Alea. Namun apa jadinya, jika tak lama berselang, sosok Gilang tiba-tiba muncul menjadi siswa baru di sekolahnya dan secara nyata malah mengungkapkan perasaan sukanya pada Alea? Apakah Alea masih bersikap sama, hanya mengagumi puisinya?

Jangan mengira ini adalah konflik dari cerita, karena sesungguhnya, Ansar Siri baru saja memulai kisahnya. Sebuah pembuka kisah yang tentu akan membuat pembaca semakin penasaran, menghadirkan konflik di awal-awal cerita. Penulis kelahiran Bone Sulawesi Selatan ini ternyata mulai memainkan kepiawaiannya dalam meramu cerita, itu baru konflik pembuka, masih banyak konflik-konflik lain yang kemudian bermunculan dalam cerita yang tentu akan membuat kita sebagai pembaca enggan meninggalkan buku ini sebelum mengakhirinya.

My Real Boy tidak melulu bercerita tentang kisah cinta Gilang dan Alea. Naskah setebal 220 halaman ini mengandung kisah-kisah cinta lain yang diusung tak hanya sebagai pelengkap, tapi merupakan  bagian penting dalam novel. Ada kisah tentang indahnya persahabatan antara Alea, Ratih, dan Delon, yang sempat retak karena kehadiran Gilang. Tapi tak berlama-lama, cinta akhirnya menyatukan persahabatan itu kembali. Ada kisah tentang indahnya jalinan kasih sayang yang dibangun oleh Hadi dan Rahma dalam membesarkan Alea yang ternyata bukanlah anak kandung mereka. Juga kisah alasan dibuangnya Alea oleh sang ibu kandung yang lagi-lagi bukan tanpa alasan, semua karena cinta.

Menariknya lagi dari novel ini, kita akan disuguhkan quote-quote menarik yang terlontar dalam dialog-dialog antar pemerannya. Kata-kata puitis yang dirangkai penulis dengan indah itu tentunya akan semakin membuat kita terhanyut membacanya. Berikut adalah beberapa kutipannya:

“Gue mampu menulis ribuan bait puisi, tapi lenyap seketika jika harus gue ucapkan di depan lo. Karena perasaan gue bukan sesuatu yang butuh dimanipulasi, tidak perlu dimanis-maniskan. Ini kesungguhan.” (halaman 46)

“Bukankah dari dulu teori persahabatann selalu sama? Senang bareng, susah bareng, gila juga bareng.” (halaman 70)

“Gue nggak akan nyuruh lo belah dada gue biar bisa percaya, itu terlalu mengerikan.” Gilang menyingkirkan kapas yang terapit di jemari Alea, lalu meletakkan tangan itu di dadanya. “Tapi coba rasakan ini, adakah detak keraguan?” (halaman 80)

“Jauh sebelum aku mengenal cinta, dia pernah menjadi satu-satunya sinar dalam gelap, reda dalam kecamuk, dan teman dalam sepi. Berkat dia, aku mengenal dunia baru yang kusebut bahagia.” (halaman 218)

Hampir lembar demi lembar dalam novel ini berisi kata-kata puitis yang merupakan ciri khas penulis yang memang konsen dalam menulis novel romance ini.
Pun begitu, tak berarti novel ini tidak mempunyai kekurangan. Kekurangan pertama yang langsung terlihat sepertinya terdapat pada cover. Entahlah, mungkin ini hanya soal selera, tapi saya benar-benar tidak menyukai cover yang terlihat terlalu sederhana itu. Warna background-nya terlalu suram untuk ukuran anak remaja yang menyukai hal cemerlang dan terang benderang. Menurut saya alangkah baiknya background kelabu itu diganti warna putih –tentu saja tulisan putih pada cover diganti dengan hitam atau yang lain—yang akan membuat buku ini punya daya tarik sebelum pembaca mengetahui isinya yang memang jauh lebih  menarik.

Kesalahan ketik juga masih terdapat di beberapa tempat dalam buku ini. Seperti book stagramer yang ditulis book stragmer, jogging yang ditulis jongging, atau nangis yang ditulis nagis. Mengingat buku ini sudah mendapat sentuhan editor, tentunya kesalahan-kesalahan seperti itu tidak boleh dibiarkan terjadi.

Terlepas dari semua itu, secara keseluruhan, saya menilai buku ini layak untuk diapresiasi. Penulis berhasil memulai, mengembangkan, dan pada akhirnya mengakhiri cerita ini dengan baik. Satu dari sekian banyak pesan yang tersirat dalam novel ini adalah bahwa jodoh itu sudah ada yang atur. Orang yang kita sayang belum  tentu akan menjadi jodoh kita, sebaliknya, orang yang kita benci, bisa jadi adalah jodoh yang telah disiapkan-Nya untuk kita.

Buat kamu yang penasaran siapa sebenarnya The Real Boy-nya Alea dalam cerita ini, buruan datangi toko buku terdekat, ambil novelnya dan segera bawa ke hadapan kasir. Percayalah, setelah membaca novel ini, kalian akan merindukan karya-karya lain dari Ansar Siri.


Perensesi: uda_agus27

Rabu, 15 Agustus 2018

Review Novel: Lucky and The Luck of Star Stone


Judul            : Lucky and The Luck of Star Stone

Penulis        : Ergina Nugraheni

Penerbit      : Jejak Publisher

Editor           : Tim CV Jejak

Layout         : Tim CV Jejak

Kover           : Rendi Saiful Azid

Cetakan       : Pertama, September 2017

Tebal            : 188 hlm

ISBN             : 978-602-5455-26-1

Blurb:
Dia seorang bocah laki-laki berumur 14 tahun. Keluarganya hanya sepasang manula yang gila menulis. Dia tidak memiliki teman, hanya dengan waktu dia habiskan bersama. Berkeliling dunia, beradaptasi dengan kota-kota baru dan aneh. Mencari kehangatan pelukan ayah dan ibu. Mencari teman, mencari kepingan ingatan yang hilang. Seorang bocah amnesia yang terseret dalam lautan waktu masa lalu, kini, dan masa depan. Bersama kawan kecilnya yang seekor kelelawar, kehidupan gersangnya pun berubah. Kini ia harus mengakhiri pencarian 14 tahun lamanya untuk menemukan cahaya dan melawan kegelapan yang merenggut kebahagiaan hidup anak-anak pada umumnya, kehidupannya. Namanya Lucky, dia yang terjebak di sebuah kota tanpa warna, The Coral City.

***

Alur Cerita:
Lucky merasa aneh dengan dunia di sekitarnya. Di sekolah, ia tidak punya teman. Entah kenapa mereka menjauhinya. Di kelasnya, ada seorang siswa yang menarik perhatiannya. Entah, ia merasa siswa itu sama seperti dirinya, manusia normal yang pura-pura berbaur dengan siswa yang lain.

“Sikapnya berbeda dengan siswa-siswa yang lain. Aku merasa dia adalah manusia normal yang terjebak dalam lingkungan orang-orang aneh dan misterius di kota kecil ini, Kota Coral.”_(hal 8)

Pada akhirnya Lucky penasaran untuk menyelidiki kota tempat tinggalnya itu lebih jauh. Rasa penasaran itu membawanya menemukan sebuah buku tentang sejarah Kota Coral di perpustakaan sekolah.

Suatu hari, Lucky berkeliling, hendak memastikan kebenaran buku itu. Namun, keadaan yang ia temukan sangat berbanding terbalik dengan isi buku. Ia malah masuk ke hutan dan bertemu makhluk mengerikan.

Lucky kembali ke rumah dengan pikiran yang semakin rumit. Ia berusaha mengenal kota itu, tapi apa yang ia temukan di hutan tadi semakin membuatnya bingung.

Di tengah kebingungan itu, seekor kelelawar aneh yang bisa bicara memasuki kamarnya. Lucky ingat, itu kelelawar yang sama dengan yang dilihatnya di hutan. Sebelum pergi tanpa sepengetahuan Lucky, kelelawar itu menulis pesan misterius di cermin.

“Empat belas tahun umurmu sekarang. Waktunya telah tiba. Bulan telah bersinar kembali. Cari buku mengenai kota ini. Temukan lembaran buku yang hilang. Temukan semua yang kau cari. Waktumu tak banyak. Cepatlah!”_(hal 36)

Meski tak paham dengan isi tulisan itu, Lucky merasa terpanggil untuk melakukan sesuatu. Pasti ada yang tidak beres di sini. Ia harus segera bertindak.

Karena terus kepikiran isi pesan misterius itu, Lucky mengendap-endap keluar rumah. Ia harus ke perpustakaan sekolah, menemukan buku sejarah Kota Coral. Nahas, aksinya ketahuan oleh si penjaga perpustakaan yang ternyata bersekutu dengan Matrik, manusia setengah kelelawar yang juga ditemuinya di hutan.

Lucky ditawan, dengan alasan yang tidak ia pahami. Kata Matrik, Lucky sebuah ancaman yang bisa membawa perubahan buruk untuk Kota Coral yang menurutnya sudah damai. Lucky memiliki nama yang sama dengan penulis buku sejarah Kota Coral. Umurnya pun tepat 14 tahun ketika bulan kembali bersinar, seperti dongeng kuno yang dipercayai penduduk Kota Coral. 14 tahun setelah buku itu ditulis, akan datang seseorang yang akan membawa perubahan. Dan menurut Matrik, orang itu adalah Lucky.

“The Coral City adalah buku karangan penulis Lucky Luck. Tidak ada yang tahu dia sekarang ada di mana. Di buku ini juga tidak tertulis seluk-beluk tentang dirinya.”_(hal 49)

Belum sempat mengerti apa yang terjadi di kota ini, Lucky sudah terjebak di posisi yang sulit. Benarkah ia orang yang dimaksud dalam dongeng itu? Apa hubungan Lucky dengan buku sejarah Kota Coral?

Segera miliki buku ini dan temukan sendiri jawabannya.

Review:
Saya selalu salut dengan penulis yang berani mengambil genre fantasi. Terlebih jika berhasil membangun dunia fantasi yang baru. Benang merah dalam novel ini bukan baru-baru amat, tapi unik.

Di awal, penulis berhasil membangun rasa penasaran. Buku sejarah Kota Coral yang tak sengaja ditemukan  Lucky menarik perhatian. Tentang  siapa sebenarnya penulis  buku itu, di mana bagian yang hilang,  kenapa bisa hilang, dan banyak lagi. Berangkat dari pertanyaan-pertanyaan itu, mengikuti kisah Lucky jadi sangat asyik, seru dan menegangkan.

Story telling-nya lumayan enak, hanya saja tata cara penulisan masih agak berantakan. Banyak juga pemborosan kata. Hal ini tertolong dengan cara penulis mengeksekusi ceritanya, yang menurut saya cukup berhasil.


Overall, novel ini lumayan menghibur. Kisah fantasi yang ringan dengan konflik yang tidak terlalu padat.

Senin, 13 Agustus 2018

Review Film: Serendipity


Sinopsis:
Setelah ayahnya wafat, Rani harus berjuang untuk hidupnya sendiri dan ibunya. Rani terpaksa menjadi Lady Escort untuk sebuah klub malam.

Namun, tidak ada yang tahu persis kisah Rani sebenarnya. Termasuk Arkan, pacarnya. Kisah hidup Rani di sekolah dengan di luar sekolah sangat berbeda.
Nasib sial menghampiri Rani, Arkan mengetahui apa yang dikerjakan Rani setelah pulang sekolah. Kejadian ini kemudian menyebar cepat, dan membuat kehidupan Rani semakin perih. Jean, teman baiknya pun menjauhinya.

Di tengah kesendiriannya, Rani bertemu dengan anak baru bernama Gibran. Kehidupan Rani jadi semakin rumit setelah Gibran merasa begitu dekat dengan Rani. Sementara itu, Arkan seperti masih menyimpan rasa pada Rani. Seperti apa kelanjutan hidup Rani setelah itu?

Sumber:
Lihat info apa yang saya bagikan: Sinopsis Film Serendipity, Drama Remaja yang Segera Tayang di Bioskop @MIUI | https://id.bookmyshow.com/blog-hiburan/sinopsis-film-serendipity-drama-remaja-yang-segera-tayang-di-bioskop/

_*_

Kesan setelah nonton:
Menghanyutkan.

Saya berhasil diajak masuk ke kehidupan Rani. Saya turut merasakan sepelik apa kondisi yang dihadapinya.
Yang saya acungi jempol adalah akting para pemainnya. Sebab, konfliknya sebenarnya bukan hal baru, tapi mereka berhasil memerankannya sangat apik hingga lekat di benak saya.

Dibanding Arkan, saya lebih suka Gibran. Karena itu, saya rada kecewa sama ending-nya. Bukan nggak setuju, tapi mungkin bisa dibuat sedikit lebih adil untuk Gibran dan penonton yang simpatik padanya. Emang ending-nya gimana? Ah, nonton saja, ya. 😁

Yang agak janggal hanya di bagian konflik orangtua mereka, yang di awal tampak menggebu-gebu, namun diselesaikan dengan sangat enteng. Tidak ada pembantahan yang bisa menaik-turunkan suhu cerita. Satu lagi, menurut saya, karakter Gibran agak ngambang. Tiba-tiba pindah sekolah dan femes. Latar belakangnya apa? Terus, kita tidak pernah diperkenalkan dengan keluarganya. Emang nggak harus, sih, tapi dibanding Rani dan Arkan, Gibran berasa berdiri sendiri.


Overall, film ini lumayan keren. Pesannya, jangan sok menilai kehidupan orang lain. Sebab yang terjadi sesungguhnya belum tentu sesuai dengan apa yang terlihat.

Senin, 06 Agustus 2018

Review Film: Mission Impossible Fallout


MISSION: IMPOSSIBLE - FALLOUT masih mengisahkan tentang Ethan Hunt (Tom Cruise). Ethan lagi-lagi harus menghadapi masalah yang melibatkan masa lalunya sebagai mantan anggota Impossible Mission Force (IMF). Petualangan Ethan dimulai ketika misi IMF gagal dan dunia terancam hancur karena adanya perebutan benda yang bisa mengancam terjadinya perang nuklir.

Ethan pun harus bisa menyelesaikan misi penyelamatan dunia dengan diburu waktu serta harus menghadapi hadangan dari pembunuh dan mantan rekannya yang ingin dia gagal. Bukan cuma itu masih ada campur tangan dari agen CIA bernama August Walker (Henry Cavill). Maklum kali ini loyalitas Ethan memang dipertanyakan oleh CIA.

Tentu saja Ethan pun tak sendirian dalam menjalankan misi mustahilnya. Ia dibantu oleh teman-temannya seperti Benji Dunn (Simon Pegg), Adan Luther Stickeel (Ving Rhames), dan si cantik Ilsa Faust (Rebecca Ferguson). Mereka pun bersatu untuk mencegah terjadinya perang nuklir.

Selain ceritanya yang bikin tegang, aksi heroik Tom Cruise seperti melompat dari satu gedung ke gedung dan bergelantungan lain masih akan bisa ditonton di seri keenam ini. Henry Cavill yang sebelumnya dikenal lewat perannya sebagai Superman pun juga akan menunjukkan kemampuan yang sama, nggak mau kalah dengan seniornya. Buat para wanita, ketampanan para aktor ini juga akan sangat memanjakan mata.

Sumber: Lihat info apa yang saya bagikan: Sinopsis 'MISSION: IMPOSSIBLE - FALLOUT', Cegah Nuklir Hancurkan Bumi | M.Kapanlagi.com @MIUI | https://m.kapanlagi.com/showbiz/film/internasional/sinopsis-mission-impossible-fallout-cegah-nuklir-hancurkan-bumi-20e7f8.html?utm_source=GoogleAMP&utm_medium=after-content&utm_campaign=AMP-referal-track&utm_content=Baca-Selengkapnya

***

Kesan setelah nonton:
Seru dan menegangkan.

Selain aksi menantang maut dari sang jagoan, apa lagi yang diharapkan dari film action setipe ini?

Meski sempat bosan dengan opening yang menjelaskan benda yang sedang diperebutkan, dengan sedemikian rinci, pada akhirnya saya terpukau dengan kekacauan yang disajikan kemudian. Aksi kejar-kejaran di jalan raya, lompat antar gedung, pertarungan, kebut-kebutan di udara, semuanya menakjubkan.

Ending-nya sudah ketebak, sih. Meski judulnya impossible, pada akhirnya jagoan kita akan berhasil sesuai harapan. Kendati demikian, ada sedikit plot twist di tengah-tengah yang cukup keren.


Durasinya terbilang panjang. Jadi buat kamu penggila action, dijamin puas.